Seminggu kemarin sungguh menyenangkan hariku. Modal sedikit nekat aku berkendara ke Magelang. Itu kali pertama aku membawa mobil ke arah barat. Berbekal GPS pinjaman aku mulai perjalanan. Ide membawa mobil itu sendiri sebetulnya juga ide dadakan. Ceritanya telp teman utk tanya hotel sekitar stasiun tugu, eee jadinya malah ngikut saran teman untuk bawa mobil sendiri. Karena andrealin terpacu untuk menikmati perjalanan bersama keluarga, akhirnya aku putuskan nyopir sendiri ke Magelang. Ternyata GPS pinjaman tersebut sangat-sangat membantu perjalananku. Tak perlu aku takut salah jalan, aku tinggal mengikuti instruksi kemana mobil akan kubawa. Konsentrasiku tak perlu terbagi dengan mencari papan penunjuk arah di jalan yang bahkan tak terlihat karena tertutup pohon.
Sengaja aku berangkat Sabtu, sehingga hari Minggu bisa aku gunakan jalan-jalan bersama anak istri. Aku langsung tembak Yogyakarta, bermalam disana. Malam harinya aku sempatkan jalan ke Malioboro cari makan malam. Sayang waktu terbatas, aku tak sempat ke keraton, parangtritis. Tapi lumayan aku sempat ke Dagadu dan pusat oleh2 Yogya. Paling tidak rasa penasaran istriku tentang Yogya sudah terpenuhi. Perjalanan menuju Magelang aku sempatkan untuk mampir ke Borobudur. Puncaknya sudah aku naiki bersama2 anak istriku. Lumayan menguras keringat dan membakar lemak karena aku naik ke puncak sambil menggendong si kecil. Tiba di Magelang Minggu sore, aku manfaatkan waktu untuk istirahat persiapan kegiatan mengajar Taruna hari Senin dan Selasanya.
Minggu, 28 April 2013
Senin, 15 April 2013
Imaginasiku dulu
Bulan-bulan ini kesibukanku adalah berlatih. Berlatih dalam artian sesungguhnya kawan ! Mulai latihan lari, pushup, situp, pullup ditambah program diet. Semua itu aku lakukan untuk menurunkan berat badanku yang kemarin di Sorong sempat menyentuh angka 75 kg. Rasanya sangat menyenangkan setelah melihat angka di timbangan mulai menurun secara kontinyu. Kini berat badanku sudah menjadi 67 kg dari targetku 65 kg. Konsekwensi dari turunnya berat badan ini, seragam yang baru aku buat saat pindah ke Surabaya sudah kedodoran semua. Mau tdk mau harus aku permak biar pas di badanku lagi. Semua kerja keras ini aku lakukan karena aku harus ikut tes seleksi. Memang test ini sudah terkenal angker dan momok bagi setiap orang yang akan mengikutinya. Sisi fisik pastinya aku bisa membenahinya sendiri, jadi itu yang harus aku maksimalkan.
Dalam diri ini selalu aku tekankan bahwa siapa yang berbuat lebih pasti akan mendapatkan lebih pula. Aku memang bukan siapa-siapa, tapi aku msih bisa berusaha sebaik mungkin. Berbagai isu yang tersebar di luar sana biarlah tetap sebagai isu. Yang paling utama saat ini adalah aku harus yakin dan percaya pada kemampuan diri sendiri disamping tentunya bantuan Tuhan Yesus yang paling aku andalkan.
Wah rasanya aku kok jadi menyemangati diri. Memang itu salah satu tujuanku disini, biar pada saat aku membaca blog ini aku jd semangat. Sekali merengkuh dayung dua pulau terlampaui. Disamping menyemangati diri, aku juga bisa menuangkannya dalam tulisan. Kalo kata orang, tidak semua orang bisa menulis. Menulis itu bukan bakat bawaan, tetapi sesuatu hal yang bisa dilatihkan. Asalkan kita rajin dan konsisten untuk berlatih menulis, maka kita akan bisa menulis dengan baik. Saat ini aku termasuk orang yang coba berlatih menulis. Dalam imajinasiku saat anak-anak dulu, aku ingin menjadi seorang penulis. Aku tidak akan beli rumah, tetapi aku akan membeli sebuah perahu yang akan jadi rumahku. Perahu tersebut berupa yacth yang terbuat dari kayu besi. Lambungnya berwarna coklat kemasan dengan lapisan pernisnya. Kapalku ini juga dilengkapi dengan layar yang dipasang pada dua tiang yang ada di depan dan tengah kapal. Setiap saat kapalku akan kubawa berlayar menjelajahi tempat-tempat baru yang belum pernah aku datangi. Keluargaku akan selalu bersamaku menjelajahi nusantara. Dari pengalaman menjelajah ini akan aku tuangkan dalam tulisan yang langsung aku kirimkan melalui internet kepada majalah dan surat kabar yang selalu menunggu update dariku. Secara tak langsung itulah mata pencaharianku disamping aku juga membuat novel tentang perjalananku. Anak-anakku akan aku sekolahkan dengan metode home schooling. Bedanya, gurunya akan aku ajak berlayar dengan trip-trip tertentu bergantian sesuai mata pelajaran yang akan diambil anakku.
Aku yakin, alam akan banyak memberikan pelajaran berharga bagi anak-anakku. Biarlah mereka akan langsung praktek belajar kehidupan di dunia ini. Itu semua adalah angan-angan yang pernah timbul dalam pikiranku saat aku masih SMP kalau tidak salah. Setelah menginjak SMA aku mulai paham dunia nyata. Tak akan semudah aku membayangkan kalau aku hendak mewujudkan angan tersebut. Paling tidak aku masih melakukan kegiatan menulis di blog ini walau masih perlu ditingkatkan lagi. Kemudian aku juga masih sering berlayar dengan kapal walau tidak sesuai imajinasiku. Yang paling menarik saat aku taruna, aku mendapat kesempatan untuk berlayar dengan kapal layar yang lebih besar dari imajiku serta mendapat kesempatan mengunjungi kapal Yacth yang ada dlm imajiku. Mungkin kalau dipikir-pikir, itu suatu karunia yang luar biasa dalam hidupku. Aku punya imajinasi dan kesempatan tersebut datang dalam hidupku walau tak semirip bayanganku.
Membaca di internet tentang kepenulisan membuat gairah menulisku kembali menyala. Aku menyadari sepenuhnya kalau aku tidak pernah mengasah walau ingin bisa menulis. Saat ini semua sarana sudah ada, tinggal kemauan yang keras yang aku perlukan untuk dapat berlatih menulis setiap saat.
Dalam diri ini selalu aku tekankan bahwa siapa yang berbuat lebih pasti akan mendapatkan lebih pula. Aku memang bukan siapa-siapa, tapi aku msih bisa berusaha sebaik mungkin. Berbagai isu yang tersebar di luar sana biarlah tetap sebagai isu. Yang paling utama saat ini adalah aku harus yakin dan percaya pada kemampuan diri sendiri disamping tentunya bantuan Tuhan Yesus yang paling aku andalkan.
Wah rasanya aku kok jadi menyemangati diri. Memang itu salah satu tujuanku disini, biar pada saat aku membaca blog ini aku jd semangat. Sekali merengkuh dayung dua pulau terlampaui. Disamping menyemangati diri, aku juga bisa menuangkannya dalam tulisan. Kalo kata orang, tidak semua orang bisa menulis. Menulis itu bukan bakat bawaan, tetapi sesuatu hal yang bisa dilatihkan. Asalkan kita rajin dan konsisten untuk berlatih menulis, maka kita akan bisa menulis dengan baik. Saat ini aku termasuk orang yang coba berlatih menulis. Dalam imajinasiku saat anak-anak dulu, aku ingin menjadi seorang penulis. Aku tidak akan beli rumah, tetapi aku akan membeli sebuah perahu yang akan jadi rumahku. Perahu tersebut berupa yacth yang terbuat dari kayu besi. Lambungnya berwarna coklat kemasan dengan lapisan pernisnya. Kapalku ini juga dilengkapi dengan layar yang dipasang pada dua tiang yang ada di depan dan tengah kapal. Setiap saat kapalku akan kubawa berlayar menjelajahi tempat-tempat baru yang belum pernah aku datangi. Keluargaku akan selalu bersamaku menjelajahi nusantara. Dari pengalaman menjelajah ini akan aku tuangkan dalam tulisan yang langsung aku kirimkan melalui internet kepada majalah dan surat kabar yang selalu menunggu update dariku. Secara tak langsung itulah mata pencaharianku disamping aku juga membuat novel tentang perjalananku. Anak-anakku akan aku sekolahkan dengan metode home schooling. Bedanya, gurunya akan aku ajak berlayar dengan trip-trip tertentu bergantian sesuai mata pelajaran yang akan diambil anakku.
Aku yakin, alam akan banyak memberikan pelajaran berharga bagi anak-anakku. Biarlah mereka akan langsung praktek belajar kehidupan di dunia ini. Itu semua adalah angan-angan yang pernah timbul dalam pikiranku saat aku masih SMP kalau tidak salah. Setelah menginjak SMA aku mulai paham dunia nyata. Tak akan semudah aku membayangkan kalau aku hendak mewujudkan angan tersebut. Paling tidak aku masih melakukan kegiatan menulis di blog ini walau masih perlu ditingkatkan lagi. Kemudian aku juga masih sering berlayar dengan kapal walau tidak sesuai imajinasiku. Yang paling menarik saat aku taruna, aku mendapat kesempatan untuk berlayar dengan kapal layar yang lebih besar dari imajiku serta mendapat kesempatan mengunjungi kapal Yacth yang ada dlm imajiku. Mungkin kalau dipikir-pikir, itu suatu karunia yang luar biasa dalam hidupku. Aku punya imajinasi dan kesempatan tersebut datang dalam hidupku walau tak semirip bayanganku.
Membaca di internet tentang kepenulisan membuat gairah menulisku kembali menyala. Aku menyadari sepenuhnya kalau aku tidak pernah mengasah walau ingin bisa menulis. Saat ini semua sarana sudah ada, tinggal kemauan yang keras yang aku perlukan untuk dapat berlatih menulis setiap saat.
Minggu, 14 April 2013
Selesai dengan si Biru
Setelah kejadian kemarin rasanya malas untuk menulis disini lagi. Bukan karena trauma, tapi karena keseringan lewatkan waktu nulis dengan beristirahat. Ternyata memang butuh kemampuan fisik yang prima untuk bisa melakukan kanooing seorang diri. Berbagai pengalaman baik menyenangkan ataupun menjengkelkan telah aku rasakan.Sensasinya telah aku dapatkan, tinggal nanti lain waktu aku akan mengulangi lagi. Terbersit keinginan saat aku layar nanti, akan kubawa serta si biru. Menarik juga rasanya kalo si biru kugunakan di air asin, mendarat di pasir putih serta mengunjungi pulau-pulau kosong tanpa penghuni. Mudah-mudahan aku dapat mewujudkan keinginan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)