Batuk yang menyiksaku terakhir sebelum aku ke Sorong kembali menyiksaku. Semua memang salahku tak mau antisipasi dengan minum propolis. Sebenarnya aku sudah punya penangkalnya, tapi tak kulakukan sedari dini. Kini batuk ini tlah menyerangku, mau tak mau aku harus mencari obatnya. Saat ini aku memang sudah tak mau lagi meminum obat2an dokter, aku usahakan seminimal mungkin untuk tidak mengkonsumsinya. Kalaupun terpaksa aku harus minum, tentunya dengan jumlah yang sedikit.
Mungkin benar juga orang bilang asupan proteinku kurang, mungkin juga vitamin juga perlu aku tambah. Energi yang kukuras tak pernah aku imbangi dengan asupan yang ada. Begitu terkena kondisi sedikit ekstrim, aku langsung terkena flu. Flu kalau orang dulu gak pernah menganggap itu sebagai suatu penyakit yang serius. Tapi saat ini aku tak mau gegabah karena tahu tidak bisa seremeh itu. Kembali aku mencoba membaca Kompas kesukaanku dulu. Lama sudah rasanya aku meninggalkan kebiasaan membaca kompas. Dulu dengan kondisi uang terbatas aku masih sempatkan beli kompas. Bahkan saat promo harga kompas 1000 kemarin merupakan berkah bagi minat bacaku. Kemarin2 aku anggap cukup membaca melalui BB, tapi tetap saja ada yang kurang rasanya.
Kenapa minat baca masyarakat Indonesia kurang ? pertanyaan tersebut kerap muncul baik dalam acara seminar2 maupun acara informal dalam masyarakat kita. Aku sendiri kadang juga merasa bahwa minat bacaku masih jauh dari cukup. Niat baca ini seperti juga niat menulis kadang muncul kadang hilang tak berbekas. Apa memang ada korelasinya ya ??
Berbagai sebab bisa menyebabkan minat baca kurang. Aku coba menganalisa diriku sendiri kenapa kadang minat baca ini menurun. Pertama yang aku rasakan adalah waktu. Waktu untuk membaca harus aku siapkan khusus, karena aku tipe pembaca yang tidak mau terputus keasyikannya. Jadi minimal aku harus sisihkan 30 menit untuk membaca. Kadang saat ingin membaca di rumah juga merasa sayang akan waktu yang harus aku korbankan untuk mengajak anak bermain. Memang bagus membuat tradisi membaca pada anak, tapi kadang mereka cepat bosan, hingga terpaksa aku harus menyesuaikan dengan keinginan mereka. Hal lain yang aku rasakan adalah lingkungan. Ini bisa berarti lingkungan kerja ataupun lingkungan masyarakat. Lingkungan kerja kadang membuat aku merasa tak enak kalau membaca koran saat jam kerja, rasa risih ini muncul dengan sendirinya entah kenapa. Tradisi ngobrol juga menjadi penyebab hilangnya minat baca. Kenapa demikian ? karena tak mungkin kita biarkan lawan bicara kita tanpa merespon ucapannya.
Kunci semuanya adalah pintar2nya aku. Bagaimana aku harus bisa menyisihkan waktu untuk membaca serta menulis. Kebiasaan membaca tanpa diikuti kebiasaan menulis akan terasa pincang. Sedangkan kebiasaan menulis yang diiringi kebiasaan membaca akan membuat referensi tulisan kita makin kaya. Selamat membaca dan menulis Agus, jangan pernah lupakan itu dalam hidupmu ! Amin
Senin, 27 Mei 2013
Sabtu, 11 Mei 2013
Jaga Minggu
Hari Minggu ini lumayan cerah, walau hujan gerimis sebentar pagi tadi. Hari ini aku awali dengan lari keliling komplek berdua dengan istri. Putaran terakhir terpaksa aku hentikan karena gerimis mulai jatuh ke bumi. Selesai lari lanjutkan pembinaan fisik, mandi dan berangkat ke kantor. Ya, berangkat ke kantor. Hari Minggu ini aku harus masuk, karena aku mendapat tugas jaga. Pejabat teras juga ada yang sedang berolahraga di kantor, setelah beliau keluar aku baru bisa menulis disini.
Kehidupan bagaikan roda yang berputar. Kini aku banyak bersyukur atas apa yang telah aku terima selama ini, rasanya kalau memandang ke belakang seperti tak mungkin aku meraih semua ini. Tuntutan tugas kadang membuat aku harus membuang idealisku, tapi nurani ini tak bisa dipungkiri. Sering aku takut dengan prinsip hidupku ini. Tapi aku tak bisa berbuat seperti temanku yang lain. Aku tidak bisa diajak berbasa-basi, kemudian mengikuti arus seolah sesuai dengan kebiasaan mereka. Aku juga sering merasa seperti seorang udik yang tak tahu pergaulan sekarang. Ada anggapan kalau tidak mengikuti mereka kita akan ditinggalkan. Bagiku tak apa aku ditinggalkan, asalkan aku tetap pada prinsipku.
Kini aku harus mencari cara bagaimana agar aku tidak ikut kegiatan mereka tapi aku tidak terlihat terlalu ekstrem dengan kegiatan mereka. Susah memang kalau harus melawan nurani. Kini semua tergantung dari diriku sendiri untuk pandai-pandai bersikap dalam kehidupan karirku. Tak ada salahnya aku mulai menggali apa yang bisa aku dapatkan dari para senior yang bisa aku jadikan tauladan. Aku masih bisa menemukan senior yang bisa aku jadikan panutan. Semoga Tuhan menolong aku. amin
Kehidupan bagaikan roda yang berputar. Kini aku banyak bersyukur atas apa yang telah aku terima selama ini, rasanya kalau memandang ke belakang seperti tak mungkin aku meraih semua ini. Tuntutan tugas kadang membuat aku harus membuang idealisku, tapi nurani ini tak bisa dipungkiri. Sering aku takut dengan prinsip hidupku ini. Tapi aku tak bisa berbuat seperti temanku yang lain. Aku tidak bisa diajak berbasa-basi, kemudian mengikuti arus seolah sesuai dengan kebiasaan mereka. Aku juga sering merasa seperti seorang udik yang tak tahu pergaulan sekarang. Ada anggapan kalau tidak mengikuti mereka kita akan ditinggalkan. Bagiku tak apa aku ditinggalkan, asalkan aku tetap pada prinsipku.
Kini aku harus mencari cara bagaimana agar aku tidak ikut kegiatan mereka tapi aku tidak terlihat terlalu ekstrem dengan kegiatan mereka. Susah memang kalau harus melawan nurani. Kini semua tergantung dari diriku sendiri untuk pandai-pandai bersikap dalam kehidupan karirku. Tak ada salahnya aku mulai menggali apa yang bisa aku dapatkan dari para senior yang bisa aku jadikan tauladan. Aku masih bisa menemukan senior yang bisa aku jadikan panutan. Semoga Tuhan menolong aku. amin
Langganan:
Postingan (Atom)