SAM SUGA MENULIS

Minggu, 23 Juni 2013

Ditinggal mudik

Pagi ini terasa lain, rasanya sepi sekali rumahku. Para jagoanku lagi liburan ke Bali. Walaupun biasanya saat aku bangun, mereka masih tidur. Sejak semalam saat mereka berangkat sudah terasa ada yang hilang. Tadi pagi aku juga sudah melaksanakan kewajiban pembinaan fisikku. Bulan-bulan ini aku harus mulai menambah beban latihanku. Telegram warning sekolah sudah ada, artinya makin dekat waktuku untuk melaksanakan test. Segala daya upaya harus aku kerahkan untuk dapat mengikuti pendidikan tersebut. Berbagai isu yang beredar tentang jatah serta macan yang harus aku siapkan tak perlu aku pikirkan. Dulu aku mampu bersaing dengan ribuan orang untuk dapat masuk disini, sekarang untuk sekolah tentunya aku harus mampu paling tidak menjadi 20 besar di korpsku.
Sekarang semua aku serahkan pada Tuhan Yesusku, biarlah semua orang berusaha mencari koneksi. Apapun yang terjadi pasti itulah jalan terbaik buatku. Tetapi tentunya aku tak akan berpangku tangan tanpa persiapan sama sekali. Manusia patut berusaha, Tuhan yang menentukan. Siapa yang berbuat lebih pasti akan mendapatkan lebih. Tak ada yang akan kutuai kalau aku tak menanamnya.
Rencana hari ini aku mau menjadi bapak rumahtangga yang baik. Seterikaan sudah menggunung, biar nanti aku habiskan waktu dengan menseterika baju. Biasanya waktu luang aku manfaatkan untuk bermain dengan si kecil tapi kini bisa aku pakai yang lain

Kamis, 20 Juni 2013

Macabet juara satu

Pagi tadi berangkat kantor terasa ada yang lain. Kepadatan lalu lintas tak sepadat biasanya. Enak sekali rasanya bisa mengemudi tanpa rintangan yang berarti. Sampai di kantor juga terasa sepi sekali.Ternyata teman kantor memang pada bergiat, jadi pagi tadi tidak langsung ke kantor. Rutinitas berolahraga di kantor hari ini bisa aku mulai lagi.  Setelah sempat vakum beberapa  hari, akhirnya tadi bisa kulakukan lagi. Sayangnya kolam renangnya begitu kotor hari ini. Tapi jatah 500 tetap aku laksanakan walau dengan istirahat yang lebih dari biasanya.
Kabar gembira datang dari istriku yang mengabarkan hasil raport anakku si Albert yang meraih ranggking pertama di kelasnya. Suatu prestasi luar biasa, datang dari Papua dengan ranking 1 dan kembali rangking 1 di Jawa. Awalnya wali kelasnya meragukan kemampuan pindahan dari Sorong, dia tak tahu kalau buku di Jawa dibawa juga ke Sorong. Prestasi ini harus bisa memicu semangatnya dalam belajar. Aku tak mau bersikap salah disini. Sebagai orang tua aku bangga akan prestasinya, tapi aku juga tak mau dia jadi berpuas diri. Penghargaan tetap aku tunjukan melalui sikap dan hadiah buat dia, tapi tentunya dengan nasehat bijak agar dia tak berpuas diri sampai disitu.
Musim liburan ini rencana istri dan kedua anakku akan pulang ke Bali. Sementara aku harus tetap disini untuk bekerja. Bakalan sepi rumahku, tak ada polah kedua jagoanku. Tapi tak apalah, toh hanya seminggu saja.

Selasa, 11 Juni 2013

Ingat Posisi

Siang ini sedikit lega rasanya selesai bergiat selama 3 hari kemarin. Pelaksanaan BEB di sini kemarin bisa berjalan sesuai rencana. Tadi pagi peserta sudah dilepas dengan upacara. Rasanya lega setelah tugas yang menjadi tanggung jawabku sudah terlaksana. Kadang situasi memang mengharuskan kita untuk bekerja dengan ikhlas tanpa mengharapkan suatu apapun. Kadang kita juga harus mau menerima hujatan, omelan atau apapun meskipun bukan tanggung jawab kita. Semua pasti ada manfaatnya, karena dari situ dilatih kesabaran kita.
Posisiku saat ini membuat semua sifat usil dan correctku hilang. Bukan hilang dalam artian sebenarnya, aku cuma menahan diri untuk tidak menerapkan pada kondisi sekarang. Kadang kalau melihat bagaimana SDM anak buahku saat ini, rasanya jengkel. Bagaimana kinerja yang mereka tunjukkan juga berbeda jauh dengan anak buahku dahulu. Memang kadang aku berpikir untuk memperlakukan sama terhadap mereka. Tapi kembali aku ingat posisiku saat ini ada dimana. Biarlah aku menyesuaikan dengan  ritme mereka, asalkan tidak keterlaluan dan masih bisa berjalan semuanya dengan baik.