Pagi ini terasa lain, rasanya sepi sekali rumahku. Para jagoanku lagi liburan ke Bali. Walaupun biasanya saat aku bangun, mereka masih tidur. Sejak semalam saat mereka berangkat sudah terasa ada yang hilang. Tadi pagi aku juga sudah melaksanakan kewajiban pembinaan fisikku. Bulan-bulan ini aku harus mulai menambah beban latihanku. Telegram warning sekolah sudah ada, artinya makin dekat waktuku untuk melaksanakan test. Segala daya upaya harus aku kerahkan untuk dapat mengikuti pendidikan tersebut. Berbagai isu yang beredar tentang jatah serta macan yang harus aku siapkan tak perlu aku pikirkan. Dulu aku mampu bersaing dengan ribuan orang untuk dapat masuk disini, sekarang untuk sekolah tentunya aku harus mampu paling tidak menjadi 20 besar di korpsku.
Sekarang semua aku serahkan pada Tuhan Yesusku, biarlah semua orang berusaha mencari koneksi. Apapun yang terjadi pasti itulah jalan terbaik buatku. Tetapi tentunya aku tak akan berpangku tangan tanpa persiapan sama sekali. Manusia patut berusaha, Tuhan yang menentukan. Siapa yang berbuat lebih pasti akan mendapatkan lebih. Tak ada yang akan kutuai kalau aku tak menanamnya.
Rencana hari ini aku mau menjadi bapak rumahtangga yang baik. Seterikaan sudah menggunung, biar nanti aku habiskan waktu dengan menseterika baju. Biasanya waktu luang aku manfaatkan untuk bermain dengan si kecil tapi kini bisa aku pakai yang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar