SAM SUGA MENULIS

Senin, 19 Agustus 2013

Materi BAB III DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TERHADAP PERANG LAUT



6.         Perkembangan Teknologi. 
Penting sekali untuk mengetahui, memahami dan mengerti perkembangan teknologi khususnya hal-hal yang berhubungan dengan angkatan laut.  Hal ini tentunya dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan menentukan strategi, pola operasi dan taktik yang akan dilaksanakan saat melaksanakan peperangan laut.
a.         Peningkatan kemampuan peralatan.
1)         Pesawat udara dapat terbang lebih jauh, lebih cepat, lebih besar kemampuan muat dan jari-jari putar lebih kecil.
2)         Kapal dapat melepaskan tembakan lebih dahsyat dan dapat mempertahankan diri terhadap berbagai ragam serangan.
b.         Peningkatan kemampuan senjata dan sistem kendali senjata.
1)         Adanya peningkatan tenaga dan kecepatan roket/rudal. Roket/rudal dapat mencapai kecepatan yang tinggi dan jarak sampai ratusan kilo meter.
.
2)         Rudal, bom, tembakan arteleri dan jenis lainnya telah menggunakan teknik Precision Guidance dan teknologi Homing. Dengan teknologi tersebut Rudal, bom, tembakan arteleri dan jenis lainnya secara otomatis dapat mengikuti, mengenai dan menghancurkan sasaran yang bergerak maupun diam serta rudal lawan yang mengarah ke kapal sendiri.
3)         Radar kendali senjata (Radar Guided Weapons) dapat mengarahkan dan mengontrol arah senjata sesuai keinginan terhadap sasaran yang akan dihancurkan baik itu sasaran atas air, udara maupun rudal lawan yang mengarah ke kapal sendiri.
4)         Sistem ranjau yang apabila disebar pada atau di atas dasar laut menunggu “Noise” dari sasaran, dan apabila sasaran sudah dekat, secara otomatis dapat menghancurkan sasaran.
5)         Sistem penglihatan malam yang memungkinkan dapat medeteksi musuh dalam kondisi sedikit berasap, berdebu, berawan, hujan dan berkamuplase.
6)         Pesawat udara yang dapat melayang dan mendarat seperti Helli Kopter.
7)         Pesawat robot miniatur yang dapat terbang hingga ke belakang garis musuh untuk mengintai langsung, menemukan sasaran, melakukan elektronik jamming dan melakukan serangan langsung.
c.         Peningkatan kemampuan sensor dan sistem navigasi.
1)         Kemampuan sensor sudah mencakup atas air, bawah air dan udara dengan jarak deteksi yang cukup jauh (melebihi kemampuan jarak capai senjata) dan dapat diintegrasikan dengan sistem Sewaco.
2)         Sistem navigasi dapat menentukan posisi yang akurat dengan menggunakan sarana bantu satelit, sehingga dimanapun posisi kapal akan didapat walaupun tidak ada referensi daratan/rambu-rambu navigasi.
3)         Negara-negara berteknologi tinggi telah memiliki peralatan berkemampuan Long and Short Range Surveillance, Target Acquisition and Identification Technologies yang semakin efisien secara selektif dapat mendeteksi, melokalisasi, mengenal dan mengikuti perkembangan obyek-obyek militer penting yang berada di darat maupun di permukaan laut.
d.         Peningkatan kemampuan Platform dan sistem pendorongan kapal.
1)         Dikembangkannya mesin-mesin turbo-fun, turbo-jet dan desain propeler serta penggunaan bahan bakar mesin yang irit dapat melahirkan kapal-kapal yang berkecepatan tinggi dan dapat beroperasi di laut lebih lama.
2)         Desain platform/bentuk kapal yang dibuat memilki radar crosection, getaran, kebisingan, panas dan kemagnetan yang kecil akan cukup sulit untuk dapat terdeteksi oleh peralatan sensor/radar.
e.          Perkembangan sistem K3I (Komando, Kendali, Komunikasi dan Informasi).  Peningkatan kemampuan pengolahan data secara otomatik, maka area surveillance, target acquisition, klasification and locating system dan weapons system dapat diintegrasikan secara elektronik hal ini dapat melipat gandakan kemampuan/efektivitas tempur.
f.           Peningkatan kemampuan cara satuan-satuan beroperasi di medan tempur. Cara-cara satuan militer dalam menyebar, bergerak, berkomunikasi, bersembunyi, menyerang, mempertahankan dan beristirahat akan sulit diprediksi.

7.         Dampak dari Perkembangan Teknologi dan Permasalahan yang Dihadapi Kapal Atas Air (KAA).
a.         Dampak dari perkembangan tenologi.
1)         Beberapa jenis rudal dapat menghancurkan sasaran yang berada di luar cakrawala (visual maupun radar tidak dapat mendeteksi posisi sasaran), posisi sasaran didapat dari informasi fihak kawan (pesawat udara maupun KAA). Teknik penembakan seperti ini dinamakan Over The Horizon Target (OTHT).
2)         Rudal anti kapal permukaan memiliki daya hancur yang tinggi, dapat dikendalikan dari berbagai jurusan, lintasan rudal rendah sehingga sukar ditangkap oleh radar dan sukar mengetahui posisi sipenembak rudal.
3)         Penghindaran dengan menggunakan manuvra dari serangan rudal kurang bermanfaat, penghindaran yang efektif hanya dapat dilakukan dengan cara merusak atau mengacaukan kendali senjata lawan (ECM).
4)         Rudal anti kapal permukaan dan anti udara dapat dipasang pada   kapal   atas   air,   kapal selam dan pesawat udara, sehingga kapal atas air akan semakin komplek dalam menghadapi serangan lawan.
5)         Kapal induk yang dapat mengangkut pesawat udara, dapat memanfaatkan pesawat udara tersebut sebagai kepanjangan tangan dan mata untuk mencari dan menghancurkan kapal atas air lawan serta dapat dijadikan sebagai pertahanan anti udara.
6)         Rudal yang mempunyai konfigurasi nuklir jarak jauh digunakan untuk menghancurkan sasaran darat dapat diluncurkan dari kapal selam.
7)         Mengingat kompleknya ancaman, kapal atas air dalam melaksanakan peperangan laut sangat membutuhkan perlindungan dari pesawat udara.
8)         Serangan kapal selam masih ditakuti oleh kapal atas air, hal ini disebabkan karena sensor bawah air / sonar cukup sulit untuk mendeteksi keberadaan kapal selam tetapi sebaliknya kapal selam akan mudah mendapatkan kontak kapal atas air dan menghancurkannya dengan menggunakan torpedo maupun rudal. 
b.         Permasalahan yang dihadapi Kapal Atas Air (KAA).
1)         Ancaman terhadap KAA bisa datang dari udara, permukaan air dan bawah permukaan air.  Untuk mengatasi hal tersebut KAA harus dapat mengkoordinasikan berbagai sistem senjata dalam menghadapi ancaman tersebut.
2)         KAA sangat mudah terdeteksi oleh sensor atas air maupun  udara (Radar) akan menjadi sasaran yang mudah dihancurkan oleh rudal.
3)         Pergerakan KAA di laut menimbulkan suara/kebisingan yang cukup keras, akan mudah terdeteksi oleh sensor bawah air (sonar) hal ini memudahkan diserang oleh senjata bawah air (Torpedo).
4)         KAA memilki kemagnetan yang cukup tinggi rawan terhadap ranjau yang cara peledakannya dipicu oleh kemagnetan dimana ranjau dapat meledak tanpa harus terjadi tumburan.
5)         KAA rawan terhadap serangan udara.  Pesawat udara memilki kecepatan tinggi, kemampuan senjata dan sensor yang jauh sehingga KAA sulit dalam menghadapi serangan udara. 
6)         KAA dituntut memilki kemampuan sistem sensor beserta instalasi perlindungan diri dan sistem K3I yang baik guna menghadapi serangan lawan.

8.         Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melaksanakan Pertempuran di Laut.              
Berdasarkan dari dampak perkembangan teknologi terutama berkembangnya kemampuan sistem sensor/radar dan Senjata, serta permasalahan yang dihadapi kapal atas air, beberapa hal perlu diperhatikan dalam melaksanakan pertempuran di laut. 
a.                   Karena semakin sempurnanya sarana “Early Warning” dan pengintaian, maka masing-masing fihak yang bertempur akan saling mengetahui posisi dan gerakan satuan permukaan air lawannya.
b.                  Karena sempurnanya pengamanan, maka informasi mengenai kemampuan dan karakteristik peralatan serta sumber daya musuh tidak lagi mudah diperoleh.
c.                   Pertempuran laut akan menjadi semakin bersifat teknik seperti misalnya dengan lahirnya “Self Guide Missile” maka peranan manusia akan semakin berkurang.
d.                  Komputerized information mengenai musuh juga menjadi semakin penting.
e.                   Karena “Hit probability” peluru kendali itu jauh lebih besar dari pada meriam konvensional, maka keuntungan akan diperoleh fihak yang dapat menembak terlebih dahulu.
f.                   Desain struktural dan “Damage Control” akan menjadi semakin penting agar kapal tidak mudah tenggelam oleh hanya satu tembakan peluru kendali.
g.                  Menentukan lokasi medan tempur diupayakan agar pesawat udara yang berpangkalan di darat dan “Fixed Acoustic Arrays” dapat memberikan dukungan.
h.                  Dalam melaksanakan peperangan permukaan air, kapal selam dan satuan-satuan udara cenderung untuk diikutsertakan/dilibatkan.



Rangkuman.
Pengetahuan tentang Perkembangan Teknologi dapat dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan dalam menentukan strategi, pola operasi dan taktik yang akan dilaksanakan saat melaksanakan peperangan laut. Perkembangan Teknologi yang dimaksud adalah peningkatan kemampuan peralatan, peningkatan kemampuan senjata dan sistem kendali senjata, peningkatan    kemampuan    sensor    dan    sistem    navigasi,     peningkatan kemampuan platform dan sistem pendorongan kapal, perkembangan sistem K3I (Komando, Kendali, Komunikasi dan Informasi) dan peningkatan kemampuan cara satuan-satuan beroperasi di medan tempur.  Dampak dari perkembangan teknologi tersebut akan menjadikan permasalahan bagi kapal atas air saat melaksanakan peperangan laut.  Berdasarkan permasalahan tersebut tentunya akan banyak hal-hal yang perlu diperhatikan saat melaksanakan pertempuran di laut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar