SAM SUGA MENULIS

Selasa, 05 Maret 2013

Start Arung Brantas

Hari pertama aku arungi Brantas. Aku start dari Malang, kota kelahiranku. Matahari belum muncul saat aku menurunkan si Biru ke air. Debit Brantas kali ini agak meningkat karena guyuran hujan semalam. Semua perlengkapan aku ikat erat pada si Biru, tak lupa kantong waterproof membungkus erat. Sebelum mulai arungi Brantas, aku coba manuvrakan si Biru. Cukup lincah, bahkan saat kucoba memutar kedalam air, dia cukup ringan membalik ke posisi awal. Dinginnya Brantas kalah dengan semangatku yang menggebu. Setelah yakin tak ada ikatan yang lepas pada perlengkapan, mulai aku kayuh pelan dayungku sambil memanjatkan doa agar aku selamat sampai tujuan.
Aku masih belum ada gambaran akan kemana nanti arus akan membawaku. Saat ini aku hanya akan mengikuti arus membawa si Biru. Tonjolan batu  sebagai rintangan alami yang harus kuhindari seolah berusaha meraihku. Sayangnya masih ada sampah kadang ikut menyembul ke permukaan sungai. Sambil mengayuh pelan, ingatanku menerawang masa kecilku. Dulupun aku sering bermain di Brantas. Resiko dimarahi orang tua aku ambil asalkan bisa bermain di Brantas. Kini Brantas yang dulu angker sudah hilang, berganti Brantas yang terkepung bangunan tembok. Tanaman sepanjang aliran sudah banyak berkurang.
Aku terus menghanyutkan si Biru mengikuti arus Brantas sampai mendapati tempat teduh di bawah pohon waru ini. Lumayan juga perjalananku tadi. Aku belum tahu ini ada dimana,masa bodoh dengan itu. Segera aku ambil tabletku. Sedikit was-was, takut waterproof tak kedap. Ternyata aman, mulai aku menulis kan blog ini. Sudah cukup terik matahari, aku istirahat sebentar sambil isi blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar