Menjadi guru tak pernah aku
bayangkan sebelumnya. Aku memang tidak berprofesi guru. Namun rupanya takdir
menuntunku berkecimpung di dunia guru. Sama sekali tak pernah aku membayangkan
akan berdiri di depan kelas memberikan pelajaran. Ternyata kegiatan itu menjadi
tugasku saat itu ketika dinas di AAL (Akademi Angkatan Laut). Kini saat aku
sudah tidak lagi berdinas di AAL, sudah tidak lagi mengajar di depan kelas,
namun toh akhirnya takdir kembali membawaku ke dunia Pendidikan. Setelah
berkecimpung di laut, kembali aku bertugas di Disdikal (Dinas Pendidikan TNI
Angkatan Laut). Tak dinyana akupun kini sudah ada disini, berada disebuah komunitas
guru yang benar-benar guru dalam arti harafiahnya.
Awal mengikuti kegiatan
penguatan literasi yang diselenggarakan AAL aku juga sama sekali tak memiliki
bayangan seperti apa kegiatannya. Begitu tiga hari didalamnya, ternyata aku
menemukan aura dan semangat yang luar biasa dari para pembicaranya. Mereka para
pembicara sangat menginspirasiku. Benar apa yang mereka sampaikan, menulis
adalah bekerja untuk keabadian. Satu hal yang paling memotivasiku adalah kurangnya
literatur tentang Angkatan Laut yang disampaikan pemateri. Seingatku kegiatan
kemarin memang baru pertamakali diadakan di lingkungan TNI AL. Harus aku akui
bahwa literatur yang berhubungan dengan TNI AL saat ini memang tidaklah banyak. Penulis buku
yang ada di TNI AL juga dapat dihitung dengan jari. Memang sangat disayangkan
hal tersebut, namun tak ada kata terlambat bagi hal yang postif. Mungkin kini
sudah saatnya, kolaborasi dengan media guru menjadi jalannya. Sampai saat ini
aku juga masih belum tahu apa yang harus aku tuliskan, namun gelora semangat
literasi sudah membucah dalam dadaku. Semoga kegiatan literasi ini semakin
menyebar luas di lingkungan TNI AL.
Sekarang yang terlintas dipikiranku bahwa
ternyata menjadi TNI AL itu bisa merasakan berbagai profesi. Dahulu bayanganku
saat menjadi TNI AL ya sudah tugasnya diatas kapal saja. Ternyata tidak
demikian. Di TNI AL ada Puspenerbal (Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut),
pastinya disitu banyak pilot, profesi yang berbeda dengan pelaut. Ada juga
marinir yang kesehariannya sangat mirip dengan TNI AD. Lemdik (Lembaga
pendidikan) di TNI AL yang bertugas mencetak prajurit menjadikan profesi guru
bagi personel yang bertugas disana. Mereka adalah prajurit guru, atau guru
prajurit ? Entahlah…..yang jelas kini mereka semua yang
ada di AAL sudah tercerahkan dari para guru yang benar-benar guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar