SAM SUGA MENULIS

Rabu, 18 Agustus 2021

MENERIMA KETIDAKSEMPURNAAN

 

Saya memiliki sifat yang kata orang perfeksionis. Dari kecil ibu saya bilang kalo saya "resikan-bahasa jawa" yang artinya suka pada kebersihan. Hal tersebut berlanjut hingga saya menikah dan punya anak kecil. Setelah hidup berumah tangga, apalagi memiliki anak kecil, sungguh sangat menyiksa bagi saya. Setiap pulang kerja emosi rasanya selalu meningkat melihat rumah yang berantakan. Awalnya saya tak bisa menerima keadaan itu. Karena saya juga tak mampu membaya asisten rumah tangga, jadi sepulang kerja saya harus membersihkan rumah, menata dan meletakkan barang pada tempatnya lagi. Rupanya kejadian tersebut selalu berulang, saya sangat paham posisi istri yang memang cukup repot dengan berbagai kegiatannya. Setelah saya pikir ulang, saya yang terlalu tidak mau menerima ketidaksempurnaan. Barang-barang harus selalu tertata rapi, rumah harus selalu bersih tanpa ada benda tergeletak dilantai, dsb. Akhirnya saya sadar bahwa saat kita menerima ketidaksempurnaan, semuanya akan berjalan baik-baik saja. Saya pikir saat itu toh rumah saya tidak akan diinspeksi kebersihannya oleh dinas kebersihan kota. Kenapa saya harus pusing dengan ketidak teraturan rumah setiap pulang bekerja. 

Sikap perfeksionis ini bisa saja terjadi pada kita terkait diri kita sendiri misalnya merasa alis kurang tebal (khususnya ibu-ibu) he..he..he.., badan yang kurang berotot, kulit yang terlalu coklat, rumah yang kurang besar, mobil yang sudah tua dan banyak lagi. Selain itu ketidaksempurnaan yang terkait dengan orang lain juga kadang suka berpengaruh pada kita. Seperti tetangga yang sikapnya sombong, suka pamer, istri kita yang pelupa, suami kita yang suka tidur mengorok dsb. Jika kita selalu menuntut kesempurnaan, hal tersebut akan membuat kita selalu merasa tidak tentram. Bukannya bersyukur atas apa yang sudah kita miliki saat ini, namun akan selalu berusaha untuk memenuhi keinginan kita. Kita perlu menekankan pada diri kita bahwa tanpa penilaian kita segalanya akan berjalan baik-baik saja. Bahwa saat kita dapat menerima ketidaksempurnaan kita, kita akan menemukan keindahan dalam hidup ini. Kesempurnaan hidup ini adalah ketaksempurnaan itu sendiri. Semoga saya juga dapat menerimanya, bagaimana dengan anda ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar